Pusat Cerita Seks Indonesia Guru dan Murid Yang Menggairahkan

Pusat Cerita Seks Indonesia Guru dan Murid Yang Menggairahkan

pusatcerita.club“Ini merupakan sebuah pengalaman yang dialami oleh Ibu Putri yang merupakan seorang guru matematika di salah satu sekolah SMA. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa anak. Ibu Putri sangat cantik, kata orang dia mirip Demi Moore di film Striptease. Tingginya 170 dan beratnya sekitar 50 kg serta ukuran payudaranya 36B.

Semua murid-murid, terutama yang laki-laki ingin sekali melihat tubuh polosnya telanjang. Jadi cerita seksku ini adalah ngentot dengan ibu guru Putri yang cantik. Suatu hari Putri terpaksa harus memanggil salah satu murid ke rumahnya, untuk ulangan susulan.

Si Anto harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Anto juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga bela diri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.

Bagi Putri, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam mengagumi anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang ini.

“Sudah selesai Anto?”, Putri masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.

“Hampir bu” jawab Anto

“Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..”

“Baik bu..”

“Bu Putri, Saya sudah selesai”, Anto masuk ke ruang tengah sambil membawa pekerjaannya.

“Ibu dimana?”

“Ada di kamar.., sebentar ya”, Putri berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang murid itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.

Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Putri membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya.

“Kenapa? ayo duduk dulu, Ibu periksa..” Muka Anto merah karena malu, karena Putri tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.

“Bagus bagus…, Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?”

“Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..”

“oo…, begitu to?”

“Anto kamu mau menolong saya?”, Putri merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya.

“Apa bu?”, tubuh Anto bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Putri yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.

“Tolong Ibu ya…, dan janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.

“Tapi tapi…, Saya”

“Kenapa?, oo…, kamu masih perjaka ya?” Muka Anto langsung saja merah mendengar perkataan Putri

“Iya”

“Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya.

Putri kemudian duduk di pangkuan Anto. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Putri yang agresif karena haus akan kehangatan dan Anto yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Cerita Seks ini pun pelan-pelan mulai terwujud.

Ia bisa merasakan puting susu Putri yang mengeras. Lidah Putri menjelajahi mulut Anto, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, Putri kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai.

Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga
muridnya ini.

“Lepaskan pakaiannmu Anto”, Putri berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.

“Ahh cepat Anto”, Putri mendesah tidak sabar.

Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.

“Anto…, letakkan tanganmu di dada Ibu”, Dengan gemetar Antomeletakkan tangannya di dada Putri yang turun naik.

Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Putri yang montok itu.

“Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” Dengan semangat Anto melakukan apa yang gurunya katakan.

“Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Putri tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk,

“Boleh…, lakukan apa yang kamu suka”.

Tubuh Putri menggelinjang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.

“Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”, Tangan Putri mendekap erat kepala Anto ke payudaranya.

Anto semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Anto makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.

“mm…, nakal kamu”, Putri tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.

“Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”. Anto menurut saja.

Duduk diantara kaki Putri yang membuka lebar. Putri kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya.

“Coba kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Anto memasuki vaginanya.

“Hangat Bu..” begitulah polosnya Anto mengungkapkan apa yang ia rasakan dalam cerita seks ini.

“Bisa kamu rasakan ada semacam pentil…?”

“Iya..”

“Itu yang dinamakan klitoris, itu adalah titik peka wanita. Coba kamu gosok-gosok..”

Pelan-pelan jari Anto mengusap-usap klitoris yang mulai menyembul itu.

“Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”, Putri mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Anto.

“Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, Anto tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.

“Oohh…, Antoo…, mm”, tubuh Putri telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Tangan Anto semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dibutakan oleh hawa nafsu. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol.

“Ooaahh…, Annddoo”, Tangan Putri mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang.

Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.

“Hmm…, kamu lihai Anto…, Sekarang…, coba kamu berbaring”.

Anto menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya.

“Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Putri segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.

Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Putri. Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Anto merintih keenakan.

“Ahh…, enakk…,enakk”, Anto tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Putri.

Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Putri.

“oohh Ibu…, Ibbuu..” Muncratlah cairan mani Anto di dalam mulut Putri, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.

“Hmm…, manis rasanya Anto”, Putri masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak.

”Sebentar ya aku mau minum dulu”.

Ketika Putri sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.

“Anto…, biar Ibu minum dulu”.

“Tidak…, nikmati saja ini”, Anto yang masih tegang berat mendorong Putri ke kulkas.

Gelas yang dipegang Putri jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Putri kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas.

“Ibu…, sekarang!”

”Ahhkk”, Putri berteriak, saat Anto menyodokkan penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang.

Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.

“Antoo…, enakk…, ohh…, ohh”. Tubuh Putri bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya.

Tangan Anto satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya.

“Ibu menikmati ini khan”, bisik Anto di telinganya

“Ahh…, hh”, Putri hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang.

“Jawab…, Ibu”, dengan keras Anto mengulangi sodokannya.

“Ahh…,iyaa”

“Anto…, Anto jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Putri telah merasakan cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya.

“Uuhgghh”, penis Anto yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Putri.

“Ahh”.

Anto mendesah keenakan karena orgasme yang baru saja ia alami, nampak wajah puas terpancar dari dua orang guru dan murid itu. Mereka saling berpelukan dan terlelap dalam lelah.

Baca Cerita Seks sebelumnya; Pusat Cerita Sex Ngentot Tanteku Dikamar Mandi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*